//
you're reading...
Kitchen Outside

Balada sebuah GoRenGan

Bakwan, tahu, lumpia, combro, ubi, cireng, tempe sampe pisang merupakan keluarga goreng-gorengan yang laris manis. Di santap dengan teman sejati gorengan, yaitu si cabe rawit. makin nambah mantab aja rasanya.

Yang aku lihat kalau di jalan2, atau di terminal2, tukang gorengan pasti aja larisnya. Soalnya gorengan itu selain jadi camilan, juga bisa jadi pengganjal perut yang lumayan ampuh. Apalagi kalau kita sedang dalam perjalanan. Banyak pakar kesehatan bilang kalau gorengan itu tidak sehat berhubungan dengan kolesterol dan kawan2nya. Tapi masih bnyk saja pembeli yg berburu gorengan heheheheh😉

Ada sedikit cerita, kemarin sore kebetulan aku lupa membawa kunci kontrakan, sedangkan teman serumah aku masih ada di mall. Buat nunggu dia pulang, aku makan bubur kacang hijau dlu yang mangkal di belakang rumah kontrakan. Pasangan suami istri yang jualan. Mereka jualan bubur kacang hijau dan gorengan. Gorengannya enak rasanya, laris, bubur kacang hijaunya juga.

Bu pesen satu ya” ujarku sama ibu penjual itu. “Bungkus neng?” sahut ibunya. “Nda bu, makan disini aja“. sambil aku duduk manis di kursi kayu panjang yang disediakan disana. Disamping kursi panjang itu, ada kompor dan wajan besar tempat menggoreng gorengan yang mereka jajakan.

Hujan turun dengan derasnya, menemani diriku yang asyik menyantap bubur kacang hijau hangat. Ditambah hangat lagi karena aku duduk disebelah kompor. hehehehe🙂
Ibu dan bapak penjual itu sudah tergolong sepuh alias sudah tua. Sepertinya sudah saatnya bagi mereka untuk mewariskan usaha dagangan ini ke anak mereka.
Ibu penjual sedang sibuk menggoreng bakwan dengan cetakan dari sendok sayur, sehinggar besar dan ketebalan bakwannya sama. Sedangkan suaminya sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti.

Iseng-iseng aku tanya sama ibunya. “kalau sehari bisa habis terjual berapa bu gorengannya?”. Ibunya tersenyum trs menjawab “ya alhamdulillah neng, bisa sampe 800 buah lakunya untuk satu gorengan. Kurang lebih segitu“. ujar ibunya sambil terus menata gorengannya dalam wajan.

Wiew kurang lebih 800 buah untuk satu gorengan. hmm…mari kita kalkulasikan. Harga satu gorengan yang dijual disana Rp 600. Berarti Rp 800 x Rp 600 = Rp 480.000. Untuk satu gorengan pendapatannya 480 ribu rupiah. Dikali 8 jenis gorengan jadi sekitar 3 juta 840 ribu. Subhanalloh. Itu dalam satu hari. ckckckck. Bener-bener usaha yang menjanjikan.

Mereka bercerita kalau sudah lama mereka berjualan gorengan dan bubur kacang hijau ini. sudah puluhan tahun. Sudah bisa buat menyekolahkan anaknya sampai bangku kuliah. Two thumbs Up deh buat mereka😉

Ga lama hp ku berbunyi, ada pesan tertulis dari teman kontrakanku “mpok gw dah nyampe rumah“. Alhmdullilah, kebetulan juga adzan magrib sudah berkumandang. Padahal masih ingin rasanya berbagi cerita dengan mereka.
Dengan berat hati aku pamit dan ga lupa membayar bubur dan beberapa gorengan yg tadi aku makan “bu, pak makasih ya, saya pulang dlu” “loh mau kemana neng masih hujan deras, nanti saja plgnya biar reda dlu” ujar mereka khawatir.”gapap bu, ini bawa payung, rumahnya dekat koq, dibelakang sini” ujarku sambil berlalu dengan diiiringin pandangan khawatir kedua org tua penjual itu.

Hmm….jadi inspirasi buat aku dikemudian hari jika ingin membuka usaha. keuletan, kesabaran, ramah tamah kayanya bakal jadi modal besar nantinya.
Gorengan…oh..gorengan 🙂

About Koki Imut

Just cooking everything i like

Discussion

One thought on “Balada sebuah GoRenGan

  1. Perlunya jiwa wirausaha digalakkan..biar gak ada lagi ekspor TKI ke luar negeri

    Posted by Botax | July 27, 2011, 6:02 am

Tulis Pesanan disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

Kitchen Lover

  • 211,990 Pengunjung

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: